Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2026-06-23

Pihak Toko “Tersangka Menjelaskan Bahwa Tas Itu Telah Diverifikasi Keasliannya”
Polisi “Sulit Dipandang Mengeklaim Keaslian dengan Tujuan Menipu”
Muncul kasus di mana seorang pria yang dituduh berupaya menjual tas mewah palsu dengan mengklaimnya sebagai asli memperoleh putusan tidak bersalah di tingkat kepolisian.
Dipastikan bahwa Kantor Polisi Suseo Seoul pada tanggal 8 bulan lalu menjatuhkan keputusan tidak dilimpahkan karena bukti tidak cukup terhadap pria berusia 20-an berinisial A yang dituduh percobaan penipuan.
A dituduh berupaya menjual tas mewah palsu milik ibunya ke toko barang mewah bekas saat kabur dari rumah pada Januari lalu. Pihak toko berargumen bahwa A berupaya menjual dengan berpura-pura bahwa tas itu asli yang dibeli di platform jual beli bekas tertentu yang mengoperasikan sistem verifikasi keaslian.
Dalam proses penyidikan, dipastikan pula fakta bahwa sebelum mengunjungi toko, A menerima pesan pemberitahuan dari platform yang menyatakan bahwa tas tersebut sulit ditransaksikan. Karena itu, polisi mencurigai bahwa A berupaya menjual meskipun mengetahui kemungkinan itu palsu.
A membantah tuduhan sepenuhnya. Ia berargumen bahwa ia hanya berdalih membelinya di platform karena takut ketahuan telah diam-diam membawa tas ibunya, dan tidak ada niat memperdaya bahwa itu barang asli. Ia juga menjelaskan bahwa ia telah meminta verifikasi keaslian kepada pihak platform untuk memastikan keaslian tas tersebut, dan hanya mengunjungi toko barang mewah bekas tanpa mengetahui bahwa pesan pemberitahuan yang menyatakan transaksi sulit telah dikirim.
Polisi menerima argumen A dan menilai tidak bersalah. Polisi menyampaikan alasan tidak dilimpahkan, “Fakta bahwa A mengatakan membeli tas di platform memang diakui,” tetapi “hanya saja, tidak cukup terbukti bahwa dengan tujuan menipu ia mengeklaim itu asli meski mengetahui bahwa itu palsu, atau bahwa ia secara aktif berupaya menipu pegawai toko.”
Pengacara Seo Bong-ha dari Firma Hukum Daeryun yang mewakili A menjelaskan, “Agar tuduhan percobaan penipuan diakui, niat untuk menipu pihak lawan demi memperoleh keuntungan atas harta harus dibuktikan secara jelas,” dan “kami dapat memperoleh keputusan tidak dilimpahkan dengan menjelaskan hal-hal seperti fakta bahwa klien mengunjungi toko tanpa memeriksa pesan pemberitahuan platform, serta bahwa penilaian barang mewah tidak ditentukan sekadar dari perkataan penjual, melainkan dinilai dengan pengetahuan penilai profesional berdasarkan sertifikat penilaian dan keaslian produk.”
[Baca artikel lengkap]
Berupaya Menjual Tas Mewah Diam-diam Milik Ibu hingga Dituduh Percobaan Penipuan···Pria Berusia 20-an Tidak Dilimpahkan (buka tautan)Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat