Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2021-07-30

Di tengah kejahatan seksual digital yang menyasar remaja yang terjadi melalui internet belakangan ini mengemuka sebagai masalah sosial yang serius, pemerintah memutuskan untuk mulai 24 September menghukum perbuatan 'grooming' daring seperti percakapan dan permintaan tindakan seksual dengan tujuan mengeksploitasi anak dan remaja secara seksual di jaringan informasi dan komunikasi. Selain itu, pemerintah berkebijakan memperkuat pencegahan kerugian kejahatan seksual digital, antara lain dengan membentuk ketentuan khusus yang memungkinkan penyidikan menyamar.
Pengacara spesialis kejahatan seksual Sim Jae-guk (Firma Hukum Daeryun) mengatakan, “Kejahatan seksual digital berada dalam kondisi yang tingkat kerugiannya serius, tidak hanya bagi orang dewasa tetapi juga hingga remaja belasan tahun”, dan “tingkat hukuman kejahatan seksual digital yang memanfaatkan kekosongan emosional anak-anak akan semakin tinggi”.
Pernah ada kasus seseorang yang memproduksi dan menyebarkan materi eksploitasi seksual dengan sasaran anak laki-laki dilimpahkan ke Kejaksaan Korea Selatan atas pelanggaran Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Remaja dari Kejahatan Seksual. Kepolisian yang menilai perkara itu serius dengan korban anak mencapai puluhan orang dan risiko pengulangan tindak pidananya tinggi bahkan menjatuhkan keputusan pengungkapan identitas.
Menurut Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Remaja dari Kejahatan Seksual yang berlaku, orang yang memproduksi, mengimpor, atau mengekspor materi eksploitasi seksual anak dan remaja diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara untuk waktu tertentu paling singkat 5 tahun. Selain itu, hanya dengan mengunduh sendiri materi eksploitasi seksual lalu menyimpan dan menontonnya pun dapat dijatuhi pidana penjara paling singkat 1 tahun. Jika diklasifikasikan sebagai pelaku kejahatan seksual, dapat dijatuhkan perintah pengungkapan dan pemberitahuan informasi identitas, serta menyusul sanksi tambahan seperti timbulnya pembatasan dalam pekerjaan.
Pengacara Sim mengatakan, “Perbuatan menyebarkan dan menyimpan materi eksploitasi seksual dengan sasaran anak dan remaja mau tidak mau memerlukan hukuman berdasarkan hal seperti bahwa hal itu secara serius mendistorsi kesadaran seksual orang dan bahwa kerugiannya dapat meluas ke kejahatan seksual lain”, dan “namun, apabila ada hal seperti bahwa penjualan, penyewaan, penyebaran, dan penyediaan tidak bertujuan komersial, bahwa kehendak untuk menyebarkan atau menyimpan dalam jumlah besar tidak kuat, bahwa tidak ada riwayat dijatuhi hukuman pidana, serta bahwa yang bersangkutan mengakui dan menyesali perbuatannya, maka memperoleh bantuan hukum pengacara spesialis kejahatan seksual sejak awal penyidikan perkara akan bermanfaat”.
Firma Hukum Daeryun (Perseroan Terbatas) yang memberikan keterangan memiliki pusat khusus kejahatan seksual tersendiri dan menyediakan bantuan hukum atas kejahatan seksual seperti pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak dan Remaja, perbuatan cabul dengan paksaan, dan tindak pidana pemerkosaan. Firma mengoperasikan kantor di seluruh negeri seperti Seoul, Busan, Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon, Ulsan, Suwon, Changwon, Cheongju, Jeonju, Uijeongbu, Chuncheon, Jinju, dan Jeju.
Baca naskah asli berita - https://news.naver.com/main/read.nhn?mode=LSD&mid=sec&sid1=001&oid=014&aid=0004665706
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat