Bidang Praktik
Reservasi Konsultasi

2021-07-30

Modus kejahatan voice phishing (penipuan keuangan komunikasi telepon) berkembang dari jenis yang membuat korban pergi ke bank untuk mentransfer menjadi 'jenis penggelapan tatap muka' yang menemui korban secara langsung untuk menggelapkan uang, sehingga diperlukan kehati-hatian khusus.
Menurut kalangan hukum, belakangan ada kasus menjatuhkan pidana penjara efektif atas pelanggaran Undang-Undang Transaksi Keuangan Elektronik kepada orang yang terpikat tawaran kerja 'akan diberi upah bila menagih langsung uang yang dipinjamkan' lalu menerima uang tunai hingga puluhan juta won dan menyerahkannya setelah dikurangi upahnya. Modus seperti ini disebut voice phishing 'jenis penggelapan tatap muka', dan sementara modus 'jenis transfer rekening' menurun menjadi sepertiga dibanding tahun sebelumnya, voice phishing 'jenis penggelapan tatap muka' meningkat pesat menjadi sekitar 15 ribu kasus tahun lalu.
Pengacara spesialis pidana Kang Du-jin (Firma Hukum Daeryun) mengimbau kehati-hatian, "Dalam voice phishing jenis penggelapan tatap muka, siapa pun bisa menjadi korban maupun tersangka," dan "terutama kurir penarik dan penagih lebih dahulu ditangkap dibanding pemimpin yang mengoperasikan markas voice phishing, dan umumnya bila terpikat ucapan kerja sampingan berimbal hasil tinggi lalu turut serta dalam kejahatan, meski mendalilkan tidak bersalah, seseorang dapat dijerat hukuman pidana dengan menimbang ada tidaknya dolus eventualis."
Pengadilan menilai taraf keterlibatan kejahatan berdasarkan bukti objektif, tetapi bila tindak pidana penipuan diakui, diancam pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak 20 juta won. Sesuai jumlah kerugian, Undang-Undang Pemberatan Hukuman Kejahatan Ekonomi Tertentu pun dapat diterapkan, dan terlepas dari penahanan dan penghukuman, seseorang bisa jadi harus mengganti rugi kepada para korban dalam jumlah puluhan kali lipat dari uang yang ia peroleh.
Pengacara Kang menekankan, "Bisa jadi seseorang dituduh secara tidak adil sebagai turut serta dalam kejahatan. Dalam kasus seperti ini, harus membuktikan secara asas hukum bahwa organisasi penipuan telah menipu yang bersangkutan secara saksama," dan "belakangan pengadilan bersikap ketat terhadap voice phishing sehingga berat hukuman pun cenderung diperkuat. Voice phishing yang siapa pun bisa menjadi korban maupun tersangka pasti memerlukan bantuan pengacara."
Firma Hukum Daeryun yang memberikan keterangan mengoperasikan pusat khusus pidana sendiri yang menangani perkara voice phishing. Ia memiliki 16 kantor di seluruh negeri, seperti Seoul, Busan, Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon, Ulsan, Suwon, Changwon, Cheongju, Uijeongbu, Jeonju, Uijeongbu, Chuncheon, Jinju, dan Jeju.
Baca naskah berita - https://news.naver.com/main/read.nhn?mode=LSD&mid=sec&sid1=103&oid=014&aid=0004674501
Semua bidang Sekilas pandang
1/0
Reservasi Konsultasi Kunjungan
Jika ada masalah hukum, konsultasikan dengan pengacara spesialis Litigasi yang melibatkan warga asing di kantor terdekat